Apakah Pasar Keuangan Islam Telah Siap Bagi Dana Hadging
London: Currency swaps, exchange traded funds (ETFs), Collateralized Debt Obligations (CDOs), dana hadging dan transaksi proteksi kerdit sampai setahun tidak pernah terpikirkan dalam pasar keuangan Islam golobal. Tidak lagi pertentangan akan peluncuran baru-baru ini oleh Daiwa Aasset Management asset manajer terbesar kedua di Jepang setelah Nomura Asset Management, dengan dana sebesar $96, 43 milyar, Daiwa FTSE Syari’ah Japan 100 ETF meluncurkan dana hadging Islam pada akhir Juni oleh Barclays and Capital dan Syari’ah captal inc. platform investasi alternative Al-Safi Trust US.

Seperti keinginan laten bagi nilai tambah alternatif produk keuangan Islam, bahwa Dubai Multi Commodities Authority (DMCC), agensi pemerintahan Dubai, melihat sangat tepat untuk menanam dana hadging Islami dengan menginvestasikan sebesar $ 250 juta-$50 Juta dalam lima dana hadging melalui Al-Safi platform investasi alternatif, yang didirikan bersama Barclys Capital dan Syari’ah Capital inc. Di pulau Cyman. Lima platform dana Al-sofi pertama adalah dana modal jangka panjang yang berfokus pada energi, dan soft komoditi dan di kelola dengan dasar US dana hadging manger-- Tocqueville Asset Management (gold); Lucas Capital Management LP (energy); Zwelg-Dimenna International Managers Inc. (resources); Ospraie Management LLC (agriculture); BlackRock Inc. (resources & mining).. namun promotornya percaya diri bahwa dengan platform tersebut dapat menarik seluruh jangkauan produk investasi alternatif yang sampai sekarang tidak ada di pasar modal dan produk pendapatan tetap Islami, tambahan bagi dana hadging modal jangka pajang/pendek tambahan; 130/130 dana-dana begitu pula dengan dana investasi khusus. Barang tentu terdapat dunia baru yang berani dalam struktur produk alternatif Islam. Ambilah sebagai contoh Merrill Lynch Internasional, yang berinvestasi dalam produk strukturisasi Islam kembali pada tahun 1980 an. Fitur utma platform Islami Merrill Lynch termasuk solusi derifative bagi opsi (baik vanilla dan exotic) dan swaps; sekuritisasi dan CDOs sukuk dan asset yang diperdagangkan berdasar pada sertifikat investasi Islam. Dan kabar baiknya menurut Emmanuel Crenne, direktur manajemen, emerging market Merrill Lynch International, yang mempunyai pengalaman panjang menstrukturisasi produk syari’ah, hari pengemasan kembali (atau islamisasi) produk konvensional secara efektif telah berakhir. Produk baru datang yang benar-benar bebasis syari’ah. Merrill Lynch contohnya, tahun lalu misalnya meluncurkan platform investasinya sendiri-Falak Islamic Products Limited- a Cayman Islands vehicle yang menerbitkan sertifikat investasi melawan jangkauan dasar-asset Islam seperti proyek energi, komoditi, ekuiti dll. Ukuran paltform tersebut mencapai $25 milyar yang ditujukan HNWIs. Salah satu pionir investasi di bawah program ini adalah transaksi kredit proteksi Islam yang ditutup pada Agustus 2007 untuk membeli kredit proteksi pada imbangan risiko yang dihasilkan oleh kekuatan fisik swap yang masuk dengan produser power UK. Hal ini menakan Crenne, adalah transaksi proteksi kredit default non-sintesis Islam pertama, dan perjanjian $50 milyar dolar sangat komplek dan inovatif serta telah dieksekusi oleh salah satu institusi keuangan Islam paling koserfative di dewan kooperasi teluk (Gulf Cooperation Council) dengan dewan syari’ah yang sangat tegas. Penerapan syari’ah yang tegas juga menjadi fitur yang kuat pada dana hadging Islam yang terakhir ini, menurut Eric Meyer, CEO Syari’ah Capital Inc, yang telah mengerjakan produk ini selama enam tahun terakhir. Shariah Capital Inc yang sekarang terdaftar pada London Stock Exchange’s Alternative Investment Market (AIM), adalah penasihat syri’ah bagi dan tersebut dan juga partner joint venture Dubai Commodity Asset Management (DCAM) di Dubai Syari’ah Asset Management, yang merupakan manajer pemasaran dan distribusi dana. DCAM juga merupakan broker utama dana tersebut. Pendekatan platform Al-Safi nampaknya menawarkan solution bagi strategi dana hadging syariah melalui manajer dana hedging dapat memenuhi criteria syari’ah. Shariah Capital Inc. secara efektif melakukan screening stock bulanan untuk menjamin kepatuhan terhadap syri’ah, mengizinkan akses manager dana hadging pada kepatuhan syari’ah. Ada beberapa usaha lain pada peluncuran dana hadging syari’ah pada masa lalu. Pada 2006, Fimat, boroker utama bang Perancis, Sociate Generale, meluncurkan apa yang diklaim sebagai dana pertama yang mirip berdasar pada komoditas, dan Al-Fanar, yang dimiliki oleh Worms & Co. dan Saudi Economi Development Company (SEDCO), meluncurkan dana hadging US Al-Fanar yang dimanajeri oleh Permal Asset Management. Isu utama dana hadging adalah short selling, yang di haramkan dalam investasi Islam. Barclays Capital dan Shariah Capital Inc. datang dengan produk yang secara equivalen memenuhi standar kepatuahan syari'ah yang merplikasi dengan menggunakan kontrak Arbun. Di bawah pengaturan ini, pedagang yang ingin menyorot saham di platform Al-Safi dapat menaruh pesan belinya melalui broker utama-nya Barclays Capital, yang akan merekam pembelian dan bukanya pinjaman. Pembelian ini menjadikannya pemilik asset sebelum menjualnya ke pasar. Di keuangan Islam anda tidak dapat menjual aset atas apa yang anda tidak miliki. Sebagaimana investor tidak dapat meminjam saham dari rumah broker atau bank dan menjualnya di pasar untuk mendapatkan gain (keuntungan). Al-Safi juga melacak tiap perdagangan dan tiap posisi setiap manajer dana hadging melalui akun management terpisah untuk menjamin kepatuhan syari’ah yang tegas. Fiamat dan dan dana Al-Fanar meskipun begitu menggunakan kontrak salam, yang secara efektif menggunakan konsep kontrak forward bagi ekuitas. Namun sementara mekanisme kedua struktur tersebut berbeda bagi shorting konvensional, dampak ekonominya sama dengan penjualan shorting konvensional.

Apakah pasar keuangan Islam, secara inheren masih konservatif, telah siap untuk menjadi pioner inovasi seperti dana hadging atau derivative hanya waktu yang bisa menjawab. Namun kemudian apakah rekayasa keuangan dan inovasi yang mengasilkan kedua regulasi dan sofistikasi pasar. Dan sektor keuangan Islam tanpa terkecuali