|
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) segera menyuntikkan modal tamabahan sebesar Rp 200 miliar terkait rencana melakukan spin off Unit Usaha Syariah (UUS) BNI pada semester kedua 2009. Saat ini modal UUS BNI sebesar Rp 300 miliar.
"Sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia yang mewajibkan modal minimum Bank Syariah sebesar Rp 500 miliar, maka kita akan tambah modalnya sebesar Rp 200 miliar," ujar Direktur Utama BNI, Gatot M Suwondo di Jakarta, Minggu (5/7/2009). BNI masih melakukan persiapan pemisahan (spin off) atas UUS BNI dan mendirikan Bank Syariah BNI pada semester II-2009. "Saat ini spin off sedang dalam masa persiapan. Semester II-2009 akan selesai," ujar Gatot. Ia mengatakan, setelah proses spin off selesai dilaksanakan, partner BNI dalam pendirian bank umum syariah yakni Islamic Corporation for The Development of Private Sector (ICD), akan menyuntikkan modal sebesar USD 500 juta. "ICD sudah commited sebesar USD 500 juta. Namun akan diberikan bertahap setelah spin off selesai selama tiga tahun. Untuk tahap awal, setelah spin off, ICD akan menyuntikkan dana sebesar US$ 250 juta ke Bank Syariah BNI," ungkapnya. Menurut Gatot, BNI masih terus mempersiapkan proses spin off mulai dari karyawan, banking sistem hingga fisik kantor cabang. Bank Syariah BNI nantinya akan lebih fokus ke komersial dan sebagai jalur akses investor asing untuk Indonesia. |