Kurs Rupiah
|
7-Sep-2010
/ 07:05 WIB |
| Kurs |
Jual |
Beli |
| USD |
9075.00 |
8925.00 |
| SGD |
6748.80 |
6613.80 |
| HKD |
1169.40 |
1148.10 |
| CHF |
9003.10 |
8828.10 |
| GBP |
13973.30 |
13689.30 |
| AUD |
8318.90 |
8145.90 |
| JPY |
108.40 |
105.58 |
| SEK |
1258.65 |
1227.05 |
| DKK |
1575.00 |
1532.10 |
| CAD |
|
|
|
| |
|
|
|
Belum Ada Komitmen Serius Soal Ekonomi Syariah dari SBY |
|
|
JAKARTA -– Ketua Umum Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia, M Shaifie Zein mengatakan perlu adanya komitmen riil untuk memperbesar pasar ekonomi syariah dari pasangan SBY-Boediono yang sementara ini unggul dalam penghitungan suara pilpres.
Pasalnya ia belum melihat adanya komitmen serius secara riil bahwa pasangan tersebut akan fokus pada peningkatan ekonomi syariah.
“Hanya sekali saja Boediono menyebutkan untuk meningkatkan ekonomi syariah tapi tak ada komitmen bentuknya seperti apa,” kata Shaifie kepada Republika, Kamis (9/7).
Menilik dari pemerintahan yang dipimpin SBY sebelumnya, tambah dia, sebenarnya pemerintah agak terlambat dalam mengeluarkan UU Surat Berharga Syariah Negara (Sukuk), sehingga efeknya pun telat bagi industri keuangan syariah. Ia pun berharap pemerintah akan dapat lebih cepat responsif terhadap perkembangan ekonomi syariah.
Shaifie menuturkan Indonesia sebenarnya memiliki potensi besar menjadi pusat keuangan syariah, namun karena keterlambatan dari pemerintah Indonesia kalah cepat dari Singapura. Padahal Indonesia memiliki populasi penduduk muslim terbesar di dunia.
“Momentumnya jadi hilang karena keterlambatan soal UU Sukuk waktu itu,” ujar Shaifie. UU SBSN disahkan pemerintah pada pertengahan tahun lalu. |
|
|
|
Perkiraan Cuaca
sumber: bmg.go.id
|
|